Minggu, 06 Mei 2012

::Sidang Terdakwa PEMERKOSAAN dan Misteri Palu Hakim

‎:::Sidang Terdakwa PEMERKOSAAN dan Misteri Palu Hakim

dulu, gua pernah masuk ruang sidang (gile, meja hijau cyiin!) tapi bukan jadi terdakwa atau pesakitan yang duduk di kursi terdakwa, sebenernya gua cuma nonton doang. gua bela-belain li...at sidang itu karena salah satu orang berpengaruh di kampung gua kena kasus Asusila, sekampung pada geger sampe keblinger pas berita itu diumumin sama hansip RT09 (kok hansip?).
*selaen alesan diatas, gua juga pengen tau kenapa hakim selalu ngetok palu?? sesuatu banget*
terdakwanya adalah pak Tusliman B. Oliper, panggil aja Tusbol.
dan korbannyapun ga laen ga bukan, keponakannya sendiri. seorang ABG berumur 19 tahun, tinggi, putih, rambut panjang, sintal, semok, anak kuliahan, rajin menabung, tidak sombong, baik hati, suka pake G-string, ukuran Beha 36B (oke, Gstring sama Beha nya itu agak berlebihan).
sebut aja namanya bunga buat menyamarkan identitas.
langsung aja ke cerita.....
ga lama pas gua dateng, terdakwa sama korban masuk ruang sidang barengan sama pengacara masing-masing, pak hakim dan konco-konconya udah standby diruang sidang daritadi.
pas terdakwa masuk, semua orang yang simpati sama bunga maki-maki pak Tusbol abis-abisan
"dasar biadab!"
"dasar penzina!"
"terkutuk!"
"pak! balikin kondom saya!!"
gila rame banget gua pikir! kedua kubu saling serang, saling lempar kata, yang mendukung pak tusbol disudut biru, dan yang mendukung bunga disudut merah, mereka saling maki, adu alibi, dan yang paling aneh, diantara mereka ada yang bawa laser sama petasan, buat apa coba?! sumpah ga asik asli.
terdakwa sama korban duduk ditempat yang udah disediain, pak hakim memulai sidangnya.
"baik... sidang dengan terdakwa Tusliman B. Oliper tentang kasus pelecehan seksual dengan korban bernama bunga, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai, sah??"
semua peserta persidangan hening, gua mendadak galau.
"ehehe... becanda kok... baik, sidang saya mulai..."
*tok tok tok!
semua hadirin serius, tegang, fokus, gua mules.

"saudari bunga..."
"iya"
"apa benar, anda telah diperkosa oleh terdakwa Tusliman B. Oliver??"
"benar"
"berapa kali anda digagahi selama ini??"
"32kali pak...."
satu ruangan tiba-tiba ramai, terkejut sama kata-kata yang keluar dari mulut bunga. lagi-lagi ruangan riuh ramai sama maki-makian.
"anjing lo!"
"biadab!"
"hukum pancung!"
"pak! kondom saya gimana pak!"
pak hakim ngetok palu pamungkasnya
*tok tok tok!
"hadirin diharap tenang!"
ruangannya sepi lagi, semua orang tegang lagi, fokus lagi, gua mules lagi.

lanjut lagi...
"saudari bunga, apa benar anda hanya digagahi oleh pak Tusliman B. Oliper atau ada orang-orang lain yang joinan??"
*blackout kali join kopi
"ada...."
ruangan memanas lagi
"ada? kira-kira ada berapa orang??"
"hari itu...... "
wah, dalem hati gua pikir bakalan jadi sinetron banget nih ceritanya
"hari itu....... malam.... saya sedang tiduran dikamar, lalu tiba-tiba om Tusliman datang, mabuk, dia langsung menyergap saya dan memukul kepala saya dengan botol minuman sampai saya tidak sadarkan diri. saya merasa bukan om Tusliman saja yang melecehkan saya, tapi ada 6 orang lain..."
*bunga menangis
anjrit!
bener kan ceritanya sinetron banget.
satu ruangan mendadak hening.
"lalu... bagaimana saudari bisa tau, kalau ada 6 orang lain yang melakukannya??"
semua orang mendadak fokus....
"karena.... saya merasakan 6 rasa yang berbeda ditiap lapisannya...."
semua orang mendadak galau....

lanjut lagi....
"lalu... kenapa baru anda laporkan sekarang??"
"karena.... akhir-akhir ini om Tusliman letoy, saya yakin inilah saat yang tepat..."
semua orang nambah galau...
pak jaksa penuntut umum kecepirit...
pak hakim mules...
gua berak dicelana...
anjrit, itu sebenernya korban apa langganan??

gak lama kemudian, barang bukti berupa rekaman kejadian Asusila tersebut didatangkan ke ruang sidang, di PLAY via Laptop nya si Unyil yang kebetulan saudara pak hakim (pak ogah kali :p)
tanpa basa-basi...
"pak hakim yang terhormat, saya telah membawakan bukti otentik berupa rekaman kejadian, yang diambil oleh terdakwa melalui BB nya"
"hm... coba saya lihat..."
*diplay
*ditonton
*fokus
*ruangan hening
*semua tegang
*gua tegang
*lalu
"hmm.... sebentar.... saya copy dulu ya ke hape saya..."
"................................."
satu ruangan hening, entah mereka bingung, galau, atau geli ngeliat tingkah hakim itu.
ya gua yakinnya sih, mereka juga pengen minta rekamannya, termasuk gua :p

lanjut lagi....
ga kerasa, udah sampe pembacaan vonis
"baik lah... dengan ini, saudara Tusliman B. Oliper telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak Asusila pelecehan seksual terhadap saudari Bunga, 19 tahun, dan diancam kurungan minimal 15 tahun penjara, dengan denda Rp. 200juta, dan masa subsider 6 bulan kurungan. apa terdakwa rasa ingin mengajukan banding?!"
"tentu tidak pak hakim, laki kok yang rasa-rasa, ya gak laki!"
anjrit!! pede bener tuh pak Tusbol.

"baik... dengan ini, sidang saya nyatakan selesai...!"
*tok tok tok!
sidang udah kelar, orang-orang udah pada keluar, gua masih didalem.
gua didalem gara-gara penasaran sama pak hakim, kaya awal-awal gua bilang.
kenapa tiap mulai sidang, tenangin peserta sidang, sampe pas udahan sidang pun, ngetok-ngetok palu??
ini beneran misteri buat gua, horor lagi nih kayanya.
SESUATU BANGET.
terus gua jalan ngedeketin meja sidang
*tap tap tap
tiba-tiba muncul pak Hakim!
anjrit, gua kaget!
gua liat kakinya, Alhamdulillah yah napak ke lantai.

"ada urusan apa adek masih diruang sidang??"
"em.... ini pak, nganu... saya mao tau, kenapa pak hakim selalu ngetok palu??"
pak hakim diem, mukanya serius, kaya orang mules
gua fokus, tegang, klimaks, orgasme (lhoo?!)
"adek beneran mao tau??"
"iya pak...!"
gua antusias banget nih
"sebenernya...."
"......?"
gua fokus
"sebenernya...."
".......?!"
gua nambah fokus
"sebenernya sederhana dek, kalo saya KETOK MEJIK, eke montir dong jadinya cyiiin!!"
"@#%-(&+asd"
gua galau
anjrit....
garing asli endingnya.... tamat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar